Ayah...
Entah berapa purnama Q tlah kau tinggalkan.
Ada luka yang menyayat kala kembali mengingatmu.
Bunda...
Pada siapa hendak kuceritakan...
Nurani meramai angan
Membias perlahan dan tetap bisu.
Malam ini aku termenung dalam sudut kamar pengap berdebu.
Aku rindu figurmu Ayah...
Aku kangen belaimu Bunda...
Ketika raga terhimpit rasa.
Tak ada lagi yang dapat mendegarku.
Tak ada lagi yang mau menyayangku sepertimu
Aku lelah...
Kapankah kita bisa bersama
Dalam dawai surgawi
Agar rak ada resah
Yang membelenggu hati
Mengapa kau tinggalkan aku
Ketika kumembutuhkan figurmu
Entah berapa purnama Q tlah kau tinggalkan.
Ada luka yang menyayat kala kembali mengingatmu.
Bunda...
Pada siapa hendak kuceritakan...
Nurani meramai angan
Membias perlahan dan tetap bisu.
Malam ini aku termenung dalam sudut kamar pengap berdebu.
Aku rindu figurmu Ayah...
Aku kangen belaimu Bunda...
Ketika raga terhimpit rasa.
Tak ada lagi yang dapat mendegarku.
Tak ada lagi yang mau menyayangku sepertimu
Aku lelah...
Kapankah kita bisa bersama
Dalam dawai surgawi
Agar rak ada resah
Yang membelenggu hati
Mengapa kau tinggalkan aku
Ketika kumembutuhkan figurmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar