Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

~RINDU TERGANTUNG DICAKRAWALA~

Berandai dengan angan,indah ,atau sebaliknya.
Seandainya matahari kauberitahu indahnya malam,
Apakah ia akan datang kemari?
Melihat gemintang sambil berbaring
Di atas jambangan lapang bunga rumputan.
Tetapi engkau hadir di sisiku
Dengan bara melampaui hangatnya matahari.
Embun yang turun pun menjelma api,
Membakar langut yang hanyut di sudut mataku.
Tak ada puisi di mambang senja.
Jika kau tak membisikkan  asa untukku,
Membangunkanku dari tumpukan kertas mimpi.
Engkau menggelitik ujung penaku
Menggoda setiap kata untuk menari bersamamu,
Mengelilingi api unggun terbakar
Berterbangan menjelma bintang .
Lihatlah rinduku tergantung cakrawala
Karena diammu masih enggan menyapa
Cakrawala hatimu diam dengan berjuta tanga.
Masihkah ada satu makna yang tersisa???
Dari untaian asa yang ada diantara bianglala anganku.

Kamis, 19 Mei 2011

~AKU HANYA MAMPU MENCINTAIMU~

Andai ada yang menganggapmu tak istimewa.
Namun untuk seorang aku kau tetap yang terindah.
Aku bahagia  kau tinggal di hatiku.
Mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di matamu. 
Sebuah mataair untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya, 
Dari jendela  terlihat indahnya pemandangan. 
Setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah Asamaradhana.
Seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa.
Jantungku berdebar indah untukmu. 
Dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, 
Berirama  melantunkan rindu. 
Melantunkan nada-nada cinta 
Merangkai simfoni kehidupan kita. 
Pada gemuruh air terjun, 
Pada angin yang berhembus di daun-daun, 
Pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung. 
Senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa.
Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku setiap waktu
Sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta. 
Kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata. 
Mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja. 
Senyummu adalah selimut bagi jiwaku, 
Aku adalah api perwujudan panasmu. 
Engkau adalah gunung yang indah, akulah magma yang membara.
Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu. 
Aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu. 
Serumpun sajak cinta. 
Sehamparan dunia dan masa depan yang menjulang hingga nirwana. 
Bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu. 
Bukankah kubalut langit dengan pelangi cinta  untukmu.  
Dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu.
Dari dulu,kini dan sampai nanti...

Rabu, 18 Mei 2011

~AKU HANYALAH...~

Aku punya luka yang hingga kini masih tak sembuh
Luka tak terkeringkan oleh serbuk  penisilin
Luka yang menandai bilamana aku mulai mengingatmu
Sama halnya ketika kucoba melupakanmu
Luka yang bertambah setiap hari, karena mata duri
Jeruju cemburu di ruas jalan kasar ke sekolah dasar
Tempatku mengajar,tempatku belajar



Ketika malam mulai merapat menjemput senja
Dan tidur  setelah mengatur sepohon mimpi
Aku sudah bisa berenang, diajari oleh gelombang
Ketika pertama kali harus kulakukan, betapa sulitnya mencari sepiring nasi
Bukan untuk sekadar menutup, mulut yang lapar
Namun harus mampu mengunakan
Apa yang kudapatkan
Aku sudah tahu waktu  Ayah meninggalkanku
Saat Ibu pergi untuk selamanya
Bahwa kehidupan ini amatlah keras
Hujan tak menggigilkan aku,
Ia adalah kawan bermain,
Petir tak menggentarkan aku,
Ia adalah retak langit bagi ulur tangan yang akan
menjemputku ke negeri yang indah.
 
Aku menggali mineralku sendiri, memikul dengan
bahu yang mulai mengeras tulang.
Aku memulai pelayaranku sendiri.
Yang jauh, berbadai dan  gamang.

Pada hari aku terbang sendiri,
Di pesawat yang harga tiketnya kutabung dari upah yang kukerjakan
Aku mulai  percaya bawa sayap tidak tumbuh di punggung,
Tapi ia telah lama ada, membentang di dalam pikiran.
Tinggal kemana kita kan kepakkan

Senja aku pengaku dosa-dosa yang paling kotor
Malam aku penyair meragi jawab tak pernah ada
Fajar aku pengemis pemalu yang enggan meminta
Siang aku pewarta yang meragu pada peristiwa

Aku cuma pekebun ilmu, bukan tuan sehutan jati
Aku cuma penanam dan penjaga kelapa sehalaman,
Bukan pemilik luas lahan sawit berhektar ribuan
Tapi dari sinilah kubisa bertahan
Kau pasti tahu betapa keras hidup yang kujalani
Tapi mengapa masih kau tambah lagi luka nurani?
Aku tak mengerti...

Sabtu, 14 Mei 2011

~BENTANG CAHAYA TENTANG DAMBA~

Tetes hujan yang melambai di kaca jendela ,memasung laraku
Aku mencari alamat hatimu. 
Kutemukan telaga: sebuah genangan sunyi, 
Tanpa ombak tanpa nyanyi, 
Lalu kutenggelam dalam bening puisi. 
Itulah yang istimewa tentang dirimu, 
Ketika segayung hujan membasuh telapak tanganmu, 
Aku terhanyut di situ, lautan teduh dekapanmu. 
Maka aku menyamar hujan, memelukmu deras, 
Mencium parasmu dengan kecup rintik yang tak pernah tuntas.
Di telapak tanganmu aku mengembara tanpa berhenti, 
Menyusuri garisgaris sungai keberuntunganku. 
Setiap garis adalah makna. 
Membawaku pada muara bernama cinta. 
Aku di situ melukis sawahsawah yang menguning dengan jejak hidupku. 
Rerumputan, ilalang, kenangan, dan bunga-bunga rindu. 
Airmata dan semesta. Hujan dan doa. 
Membentangkan tenda cahaya tempat kita menghabiskan waktu dan bara. 
Setiap bintang adalah karunia.
Setiap titik waktu yang aku petik untukmu.
Aku ingin menulis seperti sebaris embun
Yang kauselipkan pada seliris kuntum di bibirmu. 
Cukup manis walau hanya sebait senyum. 
Kutahu, puisi tak selalu tercipta dari kata. 
Tetapi hanya dengan kata kumampu menceritakan puisi ini padamu.
Untukmu yang selalu kutunggu dimenara rindu
Ku yakin kau tahu....Wahai bintang yang bercahaya di timur kota...

~DALAM DIAM~

Jika Q ta'memanggilmu,bukan Q ta'rindu.
Jika Q ta'menemuimu,bukan Q melupakanmu.
Jika Q ta'menyapamu,bukan Q ta'sayank.

Dalam setiap desah nafasQ,selalu Q mengingatmu.
Dalam setiap doaQ selalu Q sebut namamu.
Dalam setiap langkahQ,kau seakan selalu mengikutiQ.

Kau bukan saja terindah,namun ta'tergantikan.
Q tatap arakan mendung,dalam diam Q rajut asa
Adakah kau rindukan aQ duhai bianglala cinta?
Sampai kapanpun Q kansetia menunggu diantara putaran waktu.
Dalam kelopak kisah yg membiru.

Selasa, 10 Mei 2011

~KUSADARI~

Yaa Robb……..kini kuserahkan semua padaMU…….
Kubiarkan kisah ini.berjalan seperti ini…
Mesti nanti..yang ada perih..luka..
Tuhan..ku tau ini salah..!! 
Ku mencintaimu  ..
Tapi bukankah cinta tak pernah salah?
Dia adalah karuniamu..
Dia adalah anugrahmu
Yang datang menawarkan keindahan..
Bahkan kebutaan..
Cinta.tetaplah cinta…
Luka…yang kutakutkan…

Kini ..ku berdosa…..
Atas nama cinta..ku minta maaf..
Ku biarkan kisah ini berjalan..
Karna cinta tak ingin menyakiti…..
Aku tak mungkin meng akhiri..
Karna ku takut menyakiti..
Tapi memang ku harus pergi
Disana bahagiamu menanti
Tak usah lagi kau peduli
Biarlah kelukaan ini kutanggung sendiri
Karena kusadar kau tlah ada yang memiliki

~ HANYA KAU~

Kala sendiri...
Aku termenung, ku tatap bayang yang hilang…
Ditelan sang malam.
Angin……
Kau adalah nafasku.
Kau adalah separuh hidupku
Dalam waktu singkat….
Kau dan aku bagaikan angin dan air………
Kau membuat aku kehausan
Kehausan yang melukan hati ku ini……..
Hati yang terluka…..
Kini terasa perih. bagaikan luka ditelapak tangan.
aku kan berdoa…
Semoga Tuhan mengampuni dosa, yang pernah ada distiap cinta
Cinta yang selalu aku sanjung….
Disetiap langkahku hanya ada bayanganmu
Disetiap nafasku hanya kamu dihatiku
  

~ CINTAQ SEBATAS KAFAN~


Masi terbayang dimata
Sa’at kau pergi
Q tatap wajahnya dengan tatapan kosong
Tapi senyumnya tetap mengembang
Meski kesakitan bersarang padaku
Waktu terus berjalan
Siang berganti malam
Namun Q tak perna lelah menjaganya dibarisan do'a
Di bangun&tidur kau setia menemaniku
Hingga kesakitan merampas Dia dari Q.
Oh…Tuhan….Mengapa kau pisakan denganya?
Cintaku tak pernah sirna
Yang dapat memisahkan hanyalah kain kafan
 Malam ini begitu indah
Cinta ini begitu sempurna
Kamu begitu mempesona
Buat hidupku lebih berwarna
Kamu hadir bagai hujan
Yang datang dikala panas menghampiri
Kamu buat hati ini lebih tenang
Seperti air hujan yg membasahi bumi
aku mau kamu ada
aku mau kamu disini
aku mau kamu disisiku
KARENA AKU RINDU....

~DIPINTU SURGA KUTUNGGU~

Dimana   kasih sayang jikah tiada keiklasan
Diamana   kehidupan jika tiada perasaan
Cinta tak lebih sepenggal dusta
Tapi cintaku padamu jujur adanya
Cinta tak lebih penghianat rasa..
Tapi biarlah hanya rasaku yang menangungnya
Cinta adalah awal dari kemunafikan kita,,
Tapi inilah adanya cintaku padamu
 
Jika mencintai itu indah mengapa harus ada air mata
Jika mencintai itu menyakitkan kenapa harus ada tawa
Cinta bisa membuatku  terbang walau tak bersayap
Cinta bisa membuatku  mati walau masih bernafas
Cinta  …. Namun akui jika Cinta bisa menjadi saat2 yg menyatukan kita,
Lebih agung ketimbang hitungan hari ..
Cahaya yg menyinari jiwa kita, lebih kuat dari pekatnya kegelapan ..
Bila prahara memisahkan kita di samudera yg murka ini ..
Maka ombak Cinta akan mempersatukan kita di pantai yg tenang ..
Bila kehidupan ini membunuh kita ..
Maka kematian akan menyatukan kita kembali ..
Ku tunggu kau di pintu surga

~ASAL JANGAN AKU~

Jangan biarkan air mata menetes lebih banyak lagi
Hentikan nestapa yang kupunya,pada satu cintamu
Memimpikanmu datang dengan cinta sejati
Kuharap jadi nyata dan tak hanya sekedar mimpi
Meski dera dan coba datang silih berganti
Karismamu tetap abadi dihati

Ketika kudengar nada sumbang tentangmu
Kutetap bertahan pada setiaku
Tak cukupkah bukti ini untukmu???
Bahwa setia ada ketika yang lain tak percaya
Aku tetap percaya padamu
Ketika yang lain tak hiraukanmu
Aku tetap merindukanmu
Dan....
Ketika yang lain mencibirmu
Aku tetap bertahan dengan kekagumanku padamu
Biarkan mereka pergi meninggalkanmu
Asal ku tetap setia menunggumu 
Hingga ujung waktu
Ku tak akan pernah jemu.

~ YANG TERABAIKAN~

Walau mentari enggan menyapa
Namun rindu yang terpatri
Tak kan berakhir hingga senja dunia
Ketika mimpi indah tentangmu
Tlah kau rampas dariku
Kini tinggal sia air mata
Mengisi terik hati yang tak bercahaya.

Ketika pagi datang menyapa
Sekeping hati menjemput cinta
Semoga tak ada lara yang menyapa
Bahagia yang kudamba hingga akhir masa


Pena masih terus menanti
Kau tulis cerita dalam nyata
Karna kutak ingin cerita ini usai
Diantara sepenggal kisah yang terabaikan

Senin, 09 Mei 2011

~INGIN KUKEJAR ANGAN~



Disudut hati terselamatkan dari dusta
Ketika kusapa dirimu dengan jujurku
Kau adalah malaikat cinta
Yang bersemayam indah dilubukku

Berat rasa mengenang hadirmu
Siapa sangka ku akan kembali kehilanganmu
Pada hati dan jiwa yang tlah lama beku
Kutorehkan senandung rindu

Kau boleh tak percaya…
Tak ada yang dapat menggantikanmu
Kau boleh katakana kudusta
Tapi realita kuhanya mampu mencintaimu

Ingin kuberlari,mengejar segala angan
Meski semua terasa tak pasti
Tapi dengan jujurku ,langkahku ringan
Entah kau percaya atau tidak,yang tahu hanya ila hirobbi

~ ASA YANG TERSISA~




Secuil  asa kini tinggal di tong sampah
Mengawali kisah ini dengan resah
Yang kudapat malah kundah
Tanpa tujuan dan arah.

Aku bimbang pada adamu
Aku resah tanpa sapamu
Aku rindu tanpa hadirmu
Aku tak berarti tanpamu

Andai sayap malaikat lekat diantara  bahuku
Kan kukepakkan sayap menemuimu
Untuk tautkan secuil asa yang menjambu
Bersama mimpi dan hayal tentangmu

Andai kau tata kembali puing asaku
Kakusayangi dirimu dengan sisa kepingan hatiku
Namun… keeping itu enggan menyatu
Bersama derak waktu yang memenjaraku




~TANYA YANG TAK TERJAWAB~


Pagi yang indah terasa lengang
Berbaur rindu yang meradang
Jiwaku semakin bimbang
Karena wajahmu terus membayang

Akankah asa hilang???
Bersanga angan yang kian menerawang???
Sementara tanah terasa kerontang
Padahal tiap hari hujanpun datang

Ditegah ramai kurasa sepi
Ditengah sejuk kurasakan panas sekali
Diantara tawa kubisa menagis sendiri
Menekuri langkah yang kian tak pasti

Andai kau tau bimbangku…
Andai kau tahu resahku…
Andai kau tahu rinduku
Pasti kau kan hadir untukku

Keegoankah???
Kesombongankah???
Kepurak-purakankah???
Atau kau memang enggan mengayuh langkah???

~DITEPIAN RESAH~


Ilalang menyekat langkah
Tertatih tak berarah
Kini  tinggal  raga letih
Jiwapun terasa lelah

Adakah dawai surgawi
Yang mampu sejukkan nurani
Sementara aku sendiri
Menantimu kian tak pasti

Langkah kehilangan arah
Kurajut sepi dengan untaian gundah
Kamarkupun terasa jegah
Seakan  mengantarku keujung resah

KANDA…dimana kau kini
Taukah kau,jika kumenanti
Diputaran waktu yang tak menepi
Menantikanmu hadir kembali





Minggu, 08 Mei 2011

~ANDAI ADA~

Meratap sepi bersama derak-derak ombak
Berlabuh bersama angin sepoi menggoyangkan pucuk-pucuk tiang kapal.
Senja telah usang bersama keremangan yang tak kunjung mencerahkan kerinduan
Sejumpuk asa tentang kecintaanku.
Di pelabuhan ini kembali rindu merona
Menjadi desah-desah kapal menghantam dinding-dinding pelabuhan mengetuk rindu
Untuk Kau yang masih diam
Di pelabuhan ini melepas harapan mengkandangkan rindu untuk masa lalu ,kini dan akan datang

Tidur adalah waktu dimana bagian dari badan
dan kulit kita bekerja untuk memperbaiki luka-luka kecil
yang terjadi ketika kita beraktifitas pada hari itu.
Saat kita sedang menikmati istirahat di tempat tidur,
tubuh sedang bekerja keras membangun kembali,
melengkapi dan meremajakan kulit dan rambut kita.

Tapi tidurku tiada lelap
Penatku tiada hilang
Bergelayut dan terus merayap
Diantara padang Ilalang
Mengembara cerita Usang
Sayup dan senyap
Merampai asa ditepi damba
Andai kau masih beri kesempatan
Tak kan ku sia-siakan
Kau bukan saja terindah
Namun kau tak mampu tergantikan

Sabtu, 07 Mei 2011

YANG ENGGAN SIRNA

Ku buka mata hati.. Kau  terasa dekat disini..
Walau jauh dari raga .. Namun ku  tak lelah menanti .
Kerinduan begitu pekat dalam hati..
Tak sanggup untukku menahan nyeri.
Saat kau tak ada disisi....
Dan ku hanya bisa menanti...
Kau di hatiku ,enggan menepi
Adalah senandung kalbu..
Yang tetap terdengar..
Dalam pekatnya rindu..
Hanya penantian ..
Kembali disini..

Waktu terus bergulir..
Silih berganti..
Tapi aku hanya bisa menanti..
Seberkas cinta yang enggan sirna.
Walaupun di dunia tak ada keabadian..
Tak membuat ku gentar..
Untuk tatap menyayangimu
Hingga Akhir Zaman..
Dunia bisa hancur..
Daun bisa gugur..
Bintang bisa tak bersinar
Air bisa berhenti mengalir.
Tapi satu hal yang abadi untuku..
Mengenang dirimu..
Diantara banyaknya bintang....
Dari pandanganku..
Ku hanya terdiam ...
Berbaur sukmaku
Dimenara rindu
Dalam bias maya rona asmaradana
Aku terpaku menatap bayu yang laju
Ingin kuteriak mengejar bayangmu.
Namun....
Yang kutemukan ...
Hanya kau yang tahu jawabnya,
Rindu ini untuk siapa???

Rabu, 04 Mei 2011

DARI KESAHAJAAN

 
Sinar matamu mengiris hatiku halus.
Kuusapkan telapak tangan  ke wajahku yang pucat.
Terlihat jelas ketakutanku kehilanganmu  .
Rasamu mengalir dalam nafasku.

Kubelai rambut diantara kelembutan angin malam
Terasa getaran menyatu diujung jari-jariku
Tak tahu lagi meski kuapakan getar ini
Limpahan nuansa hati enggan menepi

Tak akan kutinggalkan hatimu meski terasa pilu
Telah terpatri janji pada kedalaman nuraniku
Walau menyatu kegalauan kasih dalam angan semu
Meski kekuatan malam hendak menikamku

 


 
Adakah kau bertanya akan aku ketika aku
Tak pernah menulis satu kata?
Adakah kau akan mencari namaku ketika aku
Tak pernah meninggalkan kesan?
Adakah kau pernah menerima aku berbeda dengan Narasiku? Narasiku adalah produksi otakku yang bersahaja
Tak dapat bercengkrama dengan prilakuku yang
diproduksi oleh niatku yang subjektif
Narasiku memberi tahu tentang aku ke dunia

 

Senin, 02 Mei 2011

~WAKTU~

Rinduku selalu mengalirkan namamu
Namamu selalu detakkan jantungku
Sulit kubendung naluri itu
Selalu begitu, setiap waktu
Tapi, kau tak ingat dan tak tahu

Dan akhirnya akulah yang terpuruk dalam rasa itu
Rasa yang menggebu sejak dulu, dari masa lalu
Dan kau tak pernah ingat dan tak pernah tahu
Rasa dan asaku padamu terukir begitu jelas di tulang rusukku
Mengalir deras di aliran darahku
Memukul keras membuat lebih cepat detak jantungku
Sedikitpun, kau tak ingat dan tak tahu
Seperti menghitung jutaan bintang di malam hari
Seperti menghitung rinai hujan yang jatuh ke bumi
Seperti menghitung hamparan pasir di pantai ini
Sampai matipun kau tak kan pernah ingat dan tak kan pernah tahu
Bahwa disini ada satu hati yang menunggu, satu jiwa yang terbelenggu

Waktu yang menbawa bersamamu
Menempuh angin yang berlalu
Sekedar tuk menyapa rinduku
Dari sejuta harapan
Tersirat keengganan
Tak sangggup tuk membisu
Membisu bahwa diriku ini pemuja rahasiamu

AKU TAK TAHU

Diantara rinai hujan malam ini
Kembali bayangmu hadir
Menguak segala misteri
Diantara takdir

Aku tak tahu...
Mengapa cinta yang kupunya
Sangatlah besar untukmu.
Mengapa Rindu yang ku punya...
Makin menyiksa relungku.

Apakah kau tak mengerti?
Atau pura-pura tak mengerti?
Atau mungkin memang kau tak peduli?
Jerit hati menghimpit nurani

Menunggu hari datang berganti
Bersama ilusi yang terpatri dihati
Kapan kau kembali?
Aku disini setia menanti
Abjadi Slideshow: Abjadi Bei’s trip to Kabupaten Bondowoso (near Situbondo), Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Situbondo slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.