Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis

Kamis, 19 Mei 2011

~AKU HANYA MAMPU MENCINTAIMU~

Andai ada yang menganggapmu tak istimewa.
Namun untuk seorang aku kau tetap yang terindah.
Aku bahagia  kau tinggal di hatiku.
Mengukir lembahmu dengan sungai yang mengalir dari telaga di matamu. 
Sebuah mataair untukmu, di tepinya ada mahligai yang selalu diterangi cahaya, 
Dari jendela  terlihat indahnya pemandangan. 
Setapak jalan cinta yang naik turun di lembah-lembah Asamaradhana.
Seperti sebuah gelombang di mana kita berayun menghabiskan masa.
Jantungku berdebar indah untukmu. 
Dawai-dawai yang tak pernah kehabisan getar, 
Berirama  melantunkan rindu. 
Melantunkan nada-nada cinta 
Merangkai simfoni kehidupan kita. 
Pada gemuruh air terjun, 
Pada angin yang berhembus di daun-daun, 
Pada kicauan burung-burung dan rumpun bambu yang bersenandung. 
Senantiasa kita dengar musik anggun yang menggetarkan jiwa.
Hanya kamu yang ada di hatiku, di dekapku setiap waktu
Sebuah perapian yang selalu menyala dalam kobaran cinta. 
Kehangatan adalah menggenangi pipi dengan airmata. 
Mengubahnya menjadi gerimis yang melukis pelangi di pinggir senja. 
Senyummu adalah selimut bagi jiwaku, 
Aku adalah api perwujudan panasmu. 
Engkau adalah gunung yang indah, akulah magma yang membara.
Biarkan cahaya matahari jatuh di wajahmu. 
Aku bahagia memandang keindahan alam dari jendela hatimu. 
Serumpun sajak cinta. 
Sehamparan dunia dan masa depan yang menjulang hingga nirwana. 
Bukankah kuciptakan hujan untuk menghapus debu-debu masa lalu. 
Bukankah kubalut langit dengan pelangi cinta  untukmu.  
Dan sungguh, aku hanya mampu mencintaimu.
Dari dulu,kini dan sampai nanti...

Rabu, 18 Mei 2011

~AKU HANYALAH...~

Aku punya luka yang hingga kini masih tak sembuh
Luka tak terkeringkan oleh serbuk  penisilin
Luka yang menandai bilamana aku mulai mengingatmu
Sama halnya ketika kucoba melupakanmu
Luka yang bertambah setiap hari, karena mata duri
Jeruju cemburu di ruas jalan kasar ke sekolah dasar
Tempatku mengajar,tempatku belajar



Ketika malam mulai merapat menjemput senja
Dan tidur  setelah mengatur sepohon mimpi
Aku sudah bisa berenang, diajari oleh gelombang
Ketika pertama kali harus kulakukan, betapa sulitnya mencari sepiring nasi
Bukan untuk sekadar menutup, mulut yang lapar
Namun harus mampu mengunakan
Apa yang kudapatkan
Aku sudah tahu waktu  Ayah meninggalkanku
Saat Ibu pergi untuk selamanya
Bahwa kehidupan ini amatlah keras
Hujan tak menggigilkan aku,
Ia adalah kawan bermain,
Petir tak menggentarkan aku,
Ia adalah retak langit bagi ulur tangan yang akan
menjemputku ke negeri yang indah.
 
Aku menggali mineralku sendiri, memikul dengan
bahu yang mulai mengeras tulang.
Aku memulai pelayaranku sendiri.
Yang jauh, berbadai dan  gamang.

Pada hari aku terbang sendiri,
Di pesawat yang harga tiketnya kutabung dari upah yang kukerjakan
Aku mulai  percaya bawa sayap tidak tumbuh di punggung,
Tapi ia telah lama ada, membentang di dalam pikiran.
Tinggal kemana kita kan kepakkan

Senja aku pengaku dosa-dosa yang paling kotor
Malam aku penyair meragi jawab tak pernah ada
Fajar aku pengemis pemalu yang enggan meminta
Siang aku pewarta yang meragu pada peristiwa

Aku cuma pekebun ilmu, bukan tuan sehutan jati
Aku cuma penanam dan penjaga kelapa sehalaman,
Bukan pemilik luas lahan sawit berhektar ribuan
Tapi dari sinilah kubisa bertahan
Kau pasti tahu betapa keras hidup yang kujalani
Tapi mengapa masih kau tambah lagi luka nurani?
Aku tak mengerti...





Abjadi Slideshow: Abjadi Bei’s trip to Kabupaten Bondowoso (near Situbondo), Java, Indonesia was created by TripAdvisor. See another Situbondo slideshow. Create your own stunning slideshow with our free photo slideshow maker.